Skala Waktu Geologi
Sejarah dari bumi terekam oleh
susunan stratigrafi material yang ada di
bawahnya. Hal ini didukung oleh teori superposisi
dimana perlapisan batuan tersusun
secara sesuai umur pengendapannya. Biasanya bentuk bawah permukaan berlapis –
lapis dan bersesuaian dengan kapan lapisan tersebut diendapkan.
Lapisan – lapisan tersebut
mengalami berbagai kejadian secara geologi seperti pemampatan (compacting) akibat dari tekanan batuan
diatasnya. Hal yang paling kontras
yang dapat menjadi parameter dari umur batuan meliputi keterdapatan fosil –
fosil dari makhluk hidup yang hidup pada zamannya. Selain itu, pengenalan dari
umur batuan pada suatu lapisan disimpulkan dari sisa – sisa aktivitas yang
berbekas di suatu lapiisan, seperti lubang cacing, jejak kaki. Selain itu, juga
dapat dilakukan pengecekan dengan cara melihat tingkat peluruhan karbon dari
setiap material.
1. Karakteristik
dari fosil – fosil
Beberapa bukti
yang menunjukkan umur dari suatu lapisan berdasarkan fosil yang ada adalah
sebagai berikut :
·
Fosil tertua yang pernah ditemui yaitu fosil
makhluk hidup bersel tunggal yang berumur 3800 – 3500 Juta Tahun SM.
·
Evolusi berjalan dengan lambat pada awal
pembentukannya. Dijumpai fosil dari makhluk hidup bersel ganda (multiselular) yang berumur 580 – 550
Juta tahun SM.
·
Tingkat evolusi berjalan lebih cepat. Beberapa
organisme ditemukan berumur 60 juta tahun SM era Cainozoic ke atas yang
memiliki tingkat evolusi yang signifikan.
·
Tingkat evolusi tidak memiliki pengaruh
·
Tingkat evolusi kian kompleks, mulai dari
organisme sel tunggal menuju sel ganda hingga menjadi hewan bertulang belakang.
·
Organisme yang mampu bertahan hidup melalui fase
– fase menurut zamannya makin tersebar hingga ke seluruh dunia.
2.
Pembagian waktu geologi dan penjelasannya.
Secara garis besar, waktu geologi dibagi
menjadi beberapa sub waktu berdasarkan rentang waktunya, yaitu Eon, Era,
Periode, dan Epoch.
a.
Rentang Eon
Eon merupakan rentang waktu terbesar dalam skala waktu geologi. Dalam
satu satuan skala, waktu Eon dibagi atas 100 Juta Tahun untuk setiap
intervalnya. Pembagian waktu berdasarkan Eon diantaranya Archean, Proterozoic,
dan Phanerozoic. Skala ini mengasumsikan bahwa kehidupan ini dimulai di zaman
Archean (3700 Juta Tahun SM) namun organisme multiseluler tidak ditemukan
hingga 580 Juta Tahun SM (di pertengahan Periode Ediacaran). Era dimana terjadi
evolusi secara garis besar terjadi pada zaman Phanerozoic.
Penamaan eon Archean dan Proterozoic lebih identik dinamai zaman Pra
Kambrium.
Eon Phanerozoic dibagi lagi menjadi 3 era, yaitu era Palaeozoic,
Mesozoic, dan Cainozoic. Setiap transisi dari masing – masing era memiliki
bentuk kehidupan yang berbeda secara signifikan. Diantaranya :
1)
Palaeozoic
Terjadinya organisme bercangkang keras pertama di bumi. Berumur 540 Juta
Tahun Sebelum Masehi. Pada eon ini dibagi lagi menjadi beberapa Periode sebagai
berikut ;
a)
Cambrian (541 – 485 Juta Tahun SM)
b)
Ordovician (485 – 444 Juta Tahun SM)
c)
Silurian (444 – 419 Juta Tahun SM)
d)
Devonian (419 – 359 Juta Tahun SM)
e)
Carbonifereous (359 – 299 Juta Tahun SM), dibagi
lagi atas :
i.
Mississippian (359 – 323 Juta Tahun SM)
ii.
Pennisylvanian (323 – 299 Juta Tahun SM)
f)
Premian (299 -252 Juta Tahun SM)
2)
Mesozoik
Punahnya hingga 90% dari makhluk hidup termasuk organisme Trilobites. Berumur 250 juta tahun SM.
Pada eon Mesozoik dibagi menjadi beberapa periode sebagai berikut :
a)
Triassic ( 252 – 201 Juta Tahun SM)
b)
Jurassic (201 – 145 Juta Tahun SM)
c)
Certaceous (145 – 66 Juta Tahun SM)
3)
Cainozoic
Pada periode ini ditandai dengan punahnya dinosaurus dan organisme
lainnya pada 65 Juta Tahun SM.
a)
Palaeosen (66 – 56 Juta Tahun SM)
b)
Eosen (56 – 33,9 Juta Tahun SM)
c)
Oligosen (33,9 – 23 Juta Tahun SM)
d)
Miosen (23 – 5,3 Juta Tahun SM)
e)
Pliosen (5,3 – 3,6 Juta Tahun SM)
f)
Pleistosen (2,6 Juta – 100.000 Tahun SM)
Periode
Cambrian memiliki nilai yang signifikan dalam sejarah evolusi. Organisme
bercangkang keras terbentuk di periode ini. Selain itu, juga banyak muncul
organisme baru yang hasil evolusi pada periode ini sehingga periode ini diberi
julukan Cambrian Explosion.
Semua era yang
terdapat pada skala waktu geologi dibagi lagi atas beberapa periode. Biasanya
periode ini diberi nama berdasarkan lokasi pertama zaman tersebut
diidentifikasi. Seperti contohnya seperti zaman Jura, yang diberi nama karena
pertama kali dilakukan studi untuk zaman ini dillakukan di Gunung Jura, Swiss
dan di Jerman Selatan. Contoh lainnya, diberi nama Periode Cambrian karena
pertama kali dilakukan studi untuk zaman ini dilakukan di Gunung Cambrian di
Wales.
3.
Teknik Pembacaan Waktu Geologi
Terdapat beberapa metode untuk menentukan umur geologi yang dijumpai di
lapangan, beberapa diantaranya :
a.
Isotropic
Dating

Setiap lapisan pada stratigrafi menjadi petunjuk yang hakiki dalam
menentukan umur lapisan. Setiap lapisan tidak akan pernah berubah susunannya
dan mengikuti Hukum Superposisi. Dari gambar, diketahui bahwa umur dari lapisan
A merupakan lapisan tertua dan lapisan C merupakan lapisan termuda. Prinsip ini
biasanya lebih diunggulkan jika tidak terdapatnya informasi dari fosil yang
ditemukan pada lapisan ini. Prinsip dari hukum superposisi dan Hukum Saling
Memotong ini memberikan informasi bahwa suatu lapisan batuan atau intrusi
batuan beku berumur dari tua atau lebih muda dari lapisan lainnya. Namun
prinsip ini tidak menginformasikan berapa umur lapisan tersebut secara rinci.
Pelacakan umur lapisan ini dapat diketahui dengan menggunakan metode Isotropic Dating. Metode ini dapat
menentukan umur dari batuan beku hingga batuan metamorf dan beberapa jasad
organik dalam suatu lapisan.
Metode Isotropic Dating ini
menggunakan Prinsip Peluruhan Radioaktif. Pada metode ini, partikel dipancarkan
dari nukleous atom, dimana atom akan berubah menjadi atom lainnya.
Atom
yang mengalami peluruhan radioaktif disebut parent
dan atom yang telah berubah disebut daughter.
Secara umum, nilai dari waktu peluruhan ini ditentukan dari diagram peluruhan
radioaktif. Seperti contohnya di bawah ini Instrument yang digunakan dalam metode ini
dinamakan Mass Spectrometer.